Pelatihan Sensitisasi Kekerasan Berbasis Gender bagi Petugas Frontliner Penyedia Layanan HIV
Yayasan Pesona Bumi Pasundan (YPBP) menyelenggarakan Pelatihan Sensitisasi Kekerasan Berbasis Gender bagi petugas frontliner penyedia layanan HIV di Kota Bogor. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan layanan yang ramah, inklusif, dan menghormati Hak Asasi Manusia (HAM). Fokus pelatihan ini adalah membuka akses layanan HIV bagi populasi kunci dan mengurangi hambatan yang terkait dengan stigma dan diskriminasi.
Tujuan Kegiatan
Pelatihan ini bertujuan untuk:
- Sensitisasi Petugas Frontliner Layanan HIV: Meningkatkan kesadaran dan pemahaman petugas tentang pentingnya layanan berbasis HAM dalam konteks HIV dan memastikan layanan diberikan tanpa diskriminasi.
- Refleksi Perilaku dan Nilai Pribadi: Memberikan ruang bagi peserta untuk mengidentifikasi dan merefleksikan perilaku serta nilai-nilai yang mereka pegang, guna mendukung pelayanan yang lebih baik dan inklusif.
- Implementasi Pengetahuan ke Lingkungan Kerja: Mempersiapkan peserta agar dapat berbagi pengetahuan dan keterampilan dengan rekan kerja serta memperkuat kualitas layanan di seluruh klinik di Kota Bogor.
Output Kegiatan
Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini mencakup:
- Aksesibilitas Layanan HIV: Layanan pencegahan dan pengobatan HIV lebih mudah diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk populasi kunci.
- Layanan yang Berbasis HAM dan Sensitif Gender: Klinik-klinik dapat mengakomodasi kebutuhan populasi kunci dengan pendekatan yang menghormati keberagaman dan hak asasi manusia.
- Tenaga Kesehatan yang Responsif: Petugas layanan memahami kondisi dan kebutuhan komunitas populasi kunci, memberikan layanan dengan sikap profesional dan berkualitas.
Hasil Pelatihan
Selama proses pelatihan, para peserta mendapatkan wawasan dan keterampilan berikut:
- Eksplorasi Batasan Sosial dan Gender: Peserta memahami bahwa persepsi terkait batasan sosial dan gender dipengaruhi oleh budaya, nilai moral, dan pengalaman pribadi.
- Mengenali Faktor Eksternal dalam Perilaku Seksual: Peserta menyadari bahwa perilaku seksual sering kali dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti ekonomi dan tekanan sosial, bukan hanya keinginan pribadi.
- Menghormati Nilai dan Profesionalisme: Peserta belajar menghormati nilai orang lain serta memahami perbedaan antara rahasia dan kerahasiaan (confidential) terkait status HIV.
- Menghindari Bias dan Bahasa Tidak Inklusif: Peserta diajarkan bahwa risiko HIV berasal dari perilaku berisiko, bukan orientasi seksual. Mereka juga dilatih menghindari bias heteronormatif dan menggunakan bahasa yang inklusif.
- Pemahaman Seksualitas yang Lebih Komprehensif: Peserta memahami bahwa seksualitas tidak hanya terkait orientasi seksual, tetapi juga meliputi hubungan, nilai, dan pilihan individu dalam kehidupan pribadi.
Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan HIV di Kota Bogor dan menciptakan lingkungan yang lebih aman, ramah, serta inklusif bagi populasi kunci. Dengan peningkatan kapasitas petugas frontliner, YPBP berkomitmen untuk terus mendukung penanggulangan HIV melalui pendekatan yang menghormati HAM dan keberagaman gender.



Komentar
Posting Komentar